Valencia Mieke Randa, Mengubah Kesulitan Jadi Berkat

Valencia Mieke Randa, Mengubah Kesulitan Jadi Berkat

Valencia-Mieke-Randa-Mengubah-Kesulitan-Jadi-Berkat

Di masa pandemi ini, orang-orang sibuk mempersoalkan kesulitan yang sedang dihadapi dan menyalahkan pihak lain, Valencia Mieke Randa berpikir untuk membantu orang lain karena tidak ingin yang lain mengalami kesulitan seperti dirinya. Wanita yang akrab disapa Silly ini merupakan pendiri dari Blood4Life, 3 Little Angels dan Rumah Harapan yang sudah membantu banyak orang di dalam bidang kesehatan. Blood4LifeID sebagai platform yang membantu mempertemukan orang saat membutuhkan darah dengan pendonor di seluruh Indonesia. 3 Little Angels yang sudah membantu anak-anak yang tidak mampu dan sukarelawan pengasuh mereka, serta mendirikan Rumah Harapan sebagai rumah singgah bagi anak-anak yang sakit dan kurang mampu. 

Kisah Silly dan Blood4Life

Valencia Mieke Randa mendirikan komunitas online Blood4Life pada tahun 2009 setelah mengalami kesulitan dalam mencari donor darah untuk ibunya. Ibu Valencia saat itu tengah sakit yang mana harus menjalani hemodialisis dua kali seminggu. Saat itu, Valencia atau yang akrab disapa Silly baru sadar bahwa banyak orang baik di luar sana yang mau berdonasi darahnya tapi bingung mau kemana, sedangkan keluarga pasien tidak tahu bagaimana mendapatkan bantuan.

Silly menggunakan internet, di mana sekarang hampir semua orang sudah terhubung, menjadikannya sarana untuk menghubungkan mereka yang membutuhkan darah dengan calon pendonor. Ketika dia mulai, dia hanya memiliki 44 donor, tetapi segera melihat peningkatan yang luar biasa menjadi lebih dari 100.000 donor siaga di seluruh nusantara. Dalam lima menit kabar tersebut tersiar di Blood4Life, atau paling lambat dua jam, seorang pasien bisa mendapatkan donor.

Blood4Life mengalami hiatus selama hampir satu tahun, sampai Valencia berulang kali dihubungi oleh seorang pria yang meminta bantuannya untuk menemukan donor darah untuk ibunya. Valencia yang saat itu masih bekerja sebagai seorang Manajer sedang rapat, tidak dapat mengangkat telepon. Ketika saya sampai di rumah, dan meneleponnya kembali, tetapi dia dengan dingin mengatakan bahwa bantuan tidak diperlukan lagi karena ibunya sudah meninggal.

Dua bulan setelah itu, ibu Valencia meninggal. Hal itu mengingatkannya pada komunitas yang ditinggalkannya. Dia kemudian menyadari bahwa melakukan perbuatan baik itu penting. Dengan gelar sarjana teknik mesin dari Universitas Indonesia, Valencia pernah berkarir di bank swasta Danamon, serta di perusahaan aksesoris dan perlengkapan mobil Astra International, namun ia memutuskan untuk berhenti bekerja untuk selamanya dan mendedikasikan waktunya untuk membantu orang lain.

Bantuan Keuangan 3 Little Angels

Pengumpulan data untuk kebutuhan donor darah mengharuskan Valencia dan teman-temannya untuk ke rumah sakit setiap 2 minggu sekali. ia juga menemukan bahwa sebagian besar pasien, terutama anak-anak, juga membutuhkan uang dan pengasuh, karena orang tua mereka sedang bekerja atau telah berhenti bekerja untuk menemani anak-anak mereka yang dirawat di rumah sakit.

Valencia-malaikat-tanpa-sayap

Silly kemudian membentuk gerakan donor keuangan yang kredibel bernama 3 Malaikat Kecil (3 Little Angels) untuk menunjukkan bahwa semua sumbangan diberikan kepada pasien anak dan sukarelawan pengasuh.

Keluarga juga Tidak Kalah Penting

silly-valencia-pendiri-rumah-harapan-indonesia

Berawal dari wawancara oleh sebuah majalah yang bertanya kepada Silly, apa mimpi seorang Valencia Mieke Randa. Silly menjawab, mimpinya adalah mendirikan rumah singgah untuk anak-anak sakit yang kurang mampu. Maka dari itu tercetuslah Rumah Harapan Indonesia pada November 2014. Rumah singgah ini didirikan untuk anak-anak sakit keras (tidak menular) dari keluarga tidak mampu yang berasal dari luar Jakarta, dan sedang berobat di rumah sakit rujukan di Jakarta. Kini, Rumah Harapan hadir di kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, Aceh, Bali, dan Semarang.

Dulu Silly bertanya-tanya apa yang Tuhan rencanakan untuknya, tetapi ia menyadari bahwa anak pertamanya telah mengajari untuk menjadi pendengar yang baik tentang apa yang diinginkan anak-anak berkebutuhan khusus, anak yang kedua membuat saya lebih kuat dan gigih, sedangkan anak yang bungsu membuatnya menjadi ahli gizi. Kalau ada pelajaran dari semua ini, ia menganggap harus bisa mengeringkan air mata sendiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain mengeringkannya.

 

Ke depannya pasti akan ada artikel-artikel menarik dan insightful lainnya. Jadi subscribe Newsletter Mineola dan ikuti sosial media Mineola yaa.

Subscribe here.

FacebookInstagramPinterest


Leave a comment