Najelaa Shihab, Pendidikan Indonesia Penuh Harapan

Najelaa Shihab, Pendidikan Indonesia Penuh Harapan

Najelaa Shihab, Pendidikan Indonesia Penuh Harapan

Teman Mineola apakah pernah mendengar nama Najelaa Shihab? Yap betul, Najelaa adalah saudara Najwa Shihab yang kita sering dengar namanya. Najelaa dikenal sebagai penggiat pendidikan di Indonesia. Najelaa telah banyak memberikan kontribursi pada perkembangan pendidikan di Indonesia. Kira-kira bagaimana perjalanan Najelaa Shihab dalam mengusahakan pendidikan Indonesia yaa? Yuk simak, bagi Najelaa Shihab, Pendidikan Indonesia Penuh Harapan.

Awal Mula Perjuangan Najelaa

Pada tahun 1999, Najelaa mendirikan Sekolah Cikal, setelah itu Najelaa juga mencoba memberikan solusi agar akses terhadap pendidikan semakin mudah. Kakak pembawa acara terkenal Mata Najwa, Najwa Shihab, itu pun mendirikan situs Inibudi.org pada 2012. Pada situs tersebut tersedia video pendidikan yang dibuat oleh guru dan juga siswa. Selanjutnya, Inibudi bisa mengirim DVD atau flash drive ke manapun di Indonesia bagi mereka yang tidak bisa mengunduh isinya.

Pada tahun 2016, Najelaa mendirikan jaringan 'Semua Murid Semua Guru'. Ini merupakan gerakan bersama yang mengajak masyarakat untuk memajukan pendidikan di Indonesia terutama daerah pelosok. Dalam realisasinya, gerakan Semua Murid Semua Guru ingin menanamkan persepsi dalam masyarakat bahwa setiap orang akan selalu menjadi guru bagi sesama, dan di saat yang bersamaan juga menjadi murid yang terus belajar dan berkembang.

Dan pada 2019, Najelaa kembali membuat terobosan dengan menggagas platform digital Sekolahmu. Putri dari Quraish Shihab itu menyebut Sekolahmu merupakan aplikasi blended learning pertama di Indonesia. Aplikasi Sekolahmu menjadi platform kolaborasi antara sekolah dan korporasi untuk menghadirkan program-program yang mendukung kompetensi para murid.

Latar Belakang Ketertarikan Najelaa dalam Dunia Pendidikan

Sejak kelas 2 SD, cita-cita Najelaa mau menjadi guru. Najelaa senang belajar, bukan senang sekolah. Sehingga dari awal membayangkan melakukan sesuatu di dunia belajar mengajar, ya jadi guru dan mendidik. Kebayangnya akan berkarier di situ dari dulu.

Najelaa memulai karier sebagai guru dengan menjadi staf pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Wanita yang meraih gelar S1 dan S2 dari Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia itu menjadi anggota tim dosen untuk mata kuliah Psikologi Perkembangan, Kognitif dan Belajar pada Anak, Perkembangan Keluarga, Metode Respons Skala Psikologi, dan seminar skripsi.

Setelah lulus kuliah, Najelaa sudah berpikir untuk terjun mengurusi pendidikan di Indonesia. Dia merasa tertantang melakukan hal tersebut karena merasa dirinya 'korban' pendidikan di Indonesia.

Wanita yang berusia 45 tahun ini mengatakan bahwa memang sejak awal ia berpikir untuk berkarier di bidang pendidikan Indonesia.

Najelaa dari dulu sekolah di Indonesia. Sempat menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah sebentar tetapi selalu negeri mulai dari SD , SMP dan SMA Negeri.

Menyelesaikan sekolah dari kecil hingga dewasa di Indonesia, Najelaa merasa ada yang salah dengan sekolah di sini. Menurutnya banyak anak-anak Indonesia yang tidak tumbuh dengan segala potensinya pada saat mereka ada di sekolah.

Banyak orang yang melihat pendidikan itu dengan sangat sederhana, seolah-olah itu hanya menjajal pengetahuan, semata-mata hanya dengan apa yang dilakukan guru.

Najelaa pun memantapkan langkah untuk mendirikan Rumah Main Cikal di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Cikal. Dia mendirikan sekolah karena ingin masuk dan mengambil peran untuk memperbaiki sistem dunia pendidikan.

Lebih dari 20 tahun, Najelaa masih belajar terus. Karena bekerja dengan pemangku kepentingan yang berbeda dengan saya, karena banyak sekali inisiatif kegiatan ini. Ia sendiri merasakan bagaimana sih kalau bikin sekolah, kurikulum, melatih guru, di Kampus Guru Cikal dengan puluhan ribu guru dari seluruh daerah itu juga pengalaman buat dirinya.

Putri dari Muhammad Quraish Shihab dan Fatmawati Assegaf itu mengatakan yang membuatnya terdorong untuk melakukan perubahan terhadap dunia pendidikan karena rasa penasarannya.

Menurut Najelaa, pendidikan Indonesia itu bisa diperbaiki. Hanya masalahnya itu besar sekali. Daripada menunggu orang lain yang melakukan, yang bergerak, yang mengambil tanggung jawab, jadi why not myself?

Ke depannya pasti akan ada artikel-artikel menarik dan insightful lainnya. Jadi subscribe Newsletter Mineola dan ikuti sosial media Mineola yaa.

Subscribe here.

FacebookInstagramPinterest


Leave a comment