Carina Citra Dewi Joe Peneliti Indonesia Ikut Serta Pembuatan Vaksin AstraZeneca

Carina Citra Dewi Joe Peneliti Indonesia Ikut Serta Pembuatan Vaksin AstraZeneca

Carina-Citra-Joe-Peneliti-Indonesia-Ikut-Serta-Pembuatan-Vaksin-AZ

Bangga rasanya jadi Bangsa Indonesia, selain memiliki berbagai macam suku, bahasa, ras, dan kekayaan alam, banyak anak bangsa Indonesia yang berprestasi di luar negeri, bahkan dampaknya dapat secara nyata dan langsung kita rasakan di Indonesia. Salah satu anak Bangsa Carina Citra Dewi Joe atau yang biasa disapa Carina Joe, adalah peneliti asal Indonesia yang berada di Jenner Institute, Oxford University. Carina Joe ikut serta dalam pembuatan vaksin AztraZeneca. Bahkan ia adalah salah satu pemilik paten vaksin AstraZeneca khusunya di bidang manufaktur skala besar. Yuk simak bagaimana Carina Citra Dewi Joe Peneliti Indonesia Ikut Serta Pembuatan Vaksin AstraZeneca.

Latar Belakang Pendidikan Carina Citra Dewi Joe

Carina Joe saat sekolah SMA sudah memiliki etertarikan pada bidang bioteknologi terutama tentang manipulasi genetika. Misalnya ketika mengubah warna kulit ikan, suatu hal yang bisa terjadi karena manipulasi genetika. Carina pun memutuskan menempuh pendidikan S1 dengan jurusan Bioteknologi.

Setelah selesai dengan gelar sarjana,ia melanjutkan pendidikan master di Australia. Di sana ia sempat menjadi peneliti di Commonwelath Scientific and Industrial Research Organization, Melboune Australia pada November 2012-Agustus 2019.

Kemudian ia juga mendapat kesempatan beasiswa di Oxford University hingga akhirnya mendapat gelar PhD. Setelah menyelesaikan gelar PhD, Carina melanjutkan internship selama 7 tahun. Latar belakang Carina bekerja di bidang industri, dan melamar postdoc Oxford, kedua hal tersebut saling mendukung Carina dalam pengalamannya di bidang Bioteknologi, hingga akhirnya terlibat dalam riset vaksin AstraZeneca untuk COVID-19 saat ini.

Usaha Pembuatan Vaksin Nonstop 1,5 Tahun

Banyak pihak yang meremehkan kekuatan vaksin, terutama karena jangka waktu yang pendek dalam pengembangan vaksin. Biasanya vaksin perlu dikembangkan dan diuji selama 10 tahun, namun vaksin AstraZeneca dapat lulus uji dalam waktu 1,5 tahun saja.

Carina mengatakan, "Kita bukan ambil shortcut atau jalan pintas. Produksi vaksin khususnya vaksin COVID-19 tetap dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku. Hanya saja, proses birokrasi dipercepat dan proses pembuatan dilaksanakan secara paralel"

Ketika awal mendapatkan proyek uji klinis vaksin COVID-19, Carina merasa mendapatkan tanggung jawab besar mengingat hal tersebut bakal berpengaruh secara global. Terlibat dalam proyek yang dipimpin Sarah Gilbert, Carina mengaku senang dan sulit.

"Bekerja 7 hari seminggu dan per hari bekerja 12 jam. Itu setiap hari tanpa libur selama 1,5 tahun," kata Carina.

Tahap awal pembuatan vaksin harus melalui perencanaan dulu baru apply funding, 2-3 tahun kemudian baru dapat, setelah itu baru dimulai clinical trial. Hal ini dilakukan karena pandemi ini adalah sesuatu yang emergency dan urgent.

Carina Joe Memegang Hak Paten Vaksin AstraZeneca

Berdasarkan penjelasan dari Carina Joe, vaksin AstraZeneca terdiri dari beberapa paten. Setidaknya lebih dari enam paten yang berasal dari berbagai bidang. Salah satunya pemegang patennya adalah Profesor Vaksinologi di Universitas Oxford, yang bernama Sarah Gilbert. Namun Carina menjelaskan bahwa paten tersebut tidak dimiliki Sarah seluruhnya tetapi dimiliki juga oleh peneliti yang turut serta mengembangkan vaksin AstraZeneca.

Carina dan peneliti vaksin AstraZeneca sepakat memutuskan untuk menggratiskan hak paten sehingga harga vaksin AZ menjadi sangat murah harganya.

Pesan Carina Joe untuk Rakyat Indonesia

Vaksin bersifat sebagai pencegah, maka pasien positif COVID-19 yang kemudian sadar akan kebutuhan vaksin tidak bisa lagi divaksinasi saat positif.

Pesan Carina untuk Perempuan Indonesia

Jangan takut mengejar mimpi. Terus berjuang selama ada kemauan.

Ke depannya pasti akan ada artikel-artikel menarik dan insightful lainnya. Jadi subscribe Newsletter Mineola dan ikuti sosial media Mineola yaa.

Subscribe here.

FacebookInstagramPinterest


Leave a comment