5 Gangguan Kulit Akibat Sinar Matahari serta Pencegahannya

5 Gangguan Kulit Akibat Sinar Matahari serta Pencegahannya

5-jenis-gangguan-kulit-sinar-uv-pencegahannya

Sinar matahari memang banyak pengaruh positif bagi kehidupan. Tanaman membutuhkan sinar matahari untuk dapat berfotosintesis dan membuat bahan makanan bagi manusia dan hewan. Bagi manusia, sinar matahari juga bermanfaat untuk memproduksi vitamin D yang berfungsi untuk metabolisme kalsium, imunitas tubuh, serta mempermudah kerja otot dan saraf. Tetapi terlalu lama terpapar sinar matahari berdampak yang buruk bagi kesehatan kulit. Dikarenakan sinar matahari memiliki sinar UV, UVA, UVB dan UVC. Beruntungnya sinar UVC yang paling merusak kulit sudah dihalang dan diserap oleh lapisan ozon.

Terpapar sinar UVA lebih dari 15 menit dapat menyebabkan kulit menjadi terbakar dan menghitam. Karena UVA langsung mempengaruhi sel-sel dalam kulit. Sinar UVB dalam jangka pendek dapat menyebabkan kulit menjadi terkelupas dan melepuh. Berikut adalah 5 gangguan kulit akibat terlalu lama di bawah sinar matahari.

1. Perubahan Pigmen Kulit

Bagi kulit orang Asia yang cenderung kuning langsat hingga sawo matang, sinar UV dapat mengubah pigmen kulit menjadi lebih gelap. Pigmen kulit normalnya berfungsi sebagai pelindung kulit dari kerusakan kulit lebih lanjut. Pigmen kulit yang sudah berubah menjadi lebih gelap dalam jangka panjang tidak dapat melindungi kulit lagi, sehingga dapat menyebabkan kerusakan kulit yang lebih parah hingga kanker kulit.

2. Kulit Terbakar

kulit-terbakar-sinar-uv

Sinar UV seperti yang diketahui dapat merusak sel atau jaringan kulit. Pada kategori ringan, kulit yang terbakar akan terlihat kemerahan. Kemerahan ini akan kembali normal dalam hitungan hari. Sedangkan dalam kategori lanjutan, artinya kulit kemerahan terus terekspos sinar matahari akan menyebabkan kulit tersebut menjadi gatal, kasar, melepuh, mengelupas hingga menimbulkan rasa perih.

3. Kulit Keriput

kulit-keriput-sinar-matahari

Penuaan dini juga dapat disebabkan oleh sinar UV. Hal ini disebabkan oleh sinar UV yang mempercepat pembelahan sel kulit terluar, ssehingga kulit menjadi lebih tebal. Jaringan ikat di bawah kulit yang ikut rusak, menyebabkan kulit menjadi kehilangan kelenturannya. Kedua hal ini akan mengarah pada kulit keriput dan menggelambir.

4. Actinic keratosis

Actinic-Keratosis-sinar-matahari

Aktinik Keratosis adalah gangguan pada kulit yang menimbulkan bercak disertai dengan permukaan kulit menjadi kasar, kering dan bersisik. Gangguan tersebut biasanya timbul pada wajah, telinga, daerah sekitar bibir, punggung tangan, lengan bawah serta leher. Bercak dan kulit kasar tersebut bisa bertambah besar seiring dengan berjalannya waktu. Seringkali pertumbuhannya tidak terlihat oleh mata tetapi lebih banyak dirasakan oleh diri sendiri.

Bahayanya, sebagian kecil dari bercak aktinik keratosis menjadi penyebab kanker kulit. Mereka yang berumur lebih dari 40 tahun lebih beresiko mengalami gangguan aktinik keratosis dan mengalami bintik-bintik (freckles).

5. Kanker Kulit

Pada dasarnya kanker kulit muncul adalah karsinoma sel basal (kanker kulit yang berasal dari sel kulit lapisan terluar atau epidermis), karsinomal sel skuamosa (kanker kulit yang berasal dari sel di bagian tengahdan terluar epidermis), dan melanoma (kanker kulit yang berasal dari sel penghasil pigmen kulit atau melanosit).

Gejala kanker kulit berbeda-beda sesuai tipe kanker kulitnya. Apabila menemukan benjolan yang menggangu berwarna tidak wajar pada kulit, sebaiknya kamu dapat memeriksakan ke dokter spesialis kulit. Terlebih lagi jika kamu sering berada di luar ruangan dan terpapar sinar matahari langsung. 

Cara Aman Menikmati Sinar Matahari

lari-pagi-berjemur-matahari

Cara aman tetap dapat menikmati pengaruh positif sinar matahari adalah dengan berjemur pagi hari jam 6 sampai 9 pagi atau di sore hari jam 5 hingga matahari terbenam. Intensitas berjemur juga tidak boleh terlalu lama, WHO menyarankan untuk berjemur selama 5 hingga 15 menit di lengan, tangan, dan wajah selama 2 hingga 3 kali seminggu.

sunscreen-uva-uvb

Apabila kamu beraktivitas di tempat yang sering terpapar sinar matahari, gunakan selalu tabir surya (sunscreen) dengan SPF 30++ dan aplikasikan kembali sesuai kebutuhan. 

Baca juga: Tips Memilih Sunscreen yang Cocok

Ke depannya pasti akan ada artikel-artikel menarik dan insightful lainnya. Jadi subscribe Newsletter Mineola dan ikuti sosial media Mineola yaa.

Subscribe here.

FacebookInstagramPinterest.


Leave a comment